SIGAPRO di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran Perkuat Sinergi Penanganan Stunting
KANIGARAN KOTA PROBOLINGGO – Pemerintah Kecamatan Kanigaran bersama Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kanigaran, Koordinator KB Kanigaran, serta TP PKK Kecamatan Kanigaran melaksanakan kegiatan SIGAPRO (Sinergi Gerakan Penanganan Stunting Probolinggo) di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran (24/08).
KANIGARAN KOTA PROBOLINGGO – Pemerintah Kecamatan Kanigaran bersama Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kanigaran, Koordinator KB Kanigaran, serta TP PKK Kecamatan Kanigaran melaksanakan kegiatan SIGAPRO (Sinergi Gerakan Penanganan Stunting Probolinggo) di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran (24/08).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat penanganan dan pencegahan stunting sekaligus memastikan anak-anak yang menjadi sasaran mendapatkan pendampingan dan intervensi secara berkelanjutan seiring dengan penguatan program dalam mewujudkan Probolinggo Bersolek.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 anak stunting menjadi sasaran kegiatan SIGAPRO di Kelurahan Curahgrinting. Pendampingan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait, sehingga penanganan stunting tidak hanya berfokus pada kondisi anak, tetapi juga memperhatikan faktor keluarga, pola asuh, pola makan, kesehatan, sanitasi, serta lingkungan tempat tinggal.
Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si. menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dan konsistensi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, TP PKK, penyuluh KB, hingga keluarga sasaran.

“SIGAPRO jangan hanya dipandang sebagai sebuah kegiatan, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. Kita harus mengetahui kondisi masing-masing anak, memahami faktor penyebabnya, memberikan intervensi yang tepat, kemudian melakukan pemantauan secara berkelanjutan,” ujar Camat Kanigaran.
Menurutnya, pemberian makanan tambahan maupun intervensi kesehatan merupakan bagian penting, namun harus dibarengi dengan penguatan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, kebersihan dan sanitasi, serta pemanfaatan layanan kesehatan dan Posyandu.
“Yang kita kejar bukan sekadar terlaksananya kegiatan, tetapi adanya perubahan kondisi anak menjadi lebih baik. Karena setiap anak yang berhasil kita dampingi adalah bagian dari investasi masa depan Kota Probolinggo,” tambahnya.
