KOTA PROBOLINGGO – Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk SUPER PENTING sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat.
Inovasi yang diinisiasi Kelurahan Sukoharjo tersebut merupakan inovasi non-digital dalam kategori inovasi desa dan kelurahan yang berfokus pada bidang kesehatan. Program ini dirancang untuk mengintegrasikan peran pemerintah kelurahan, Puskesmas, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu.
Lurah Sukoharjo, Bambang Sugih Artanto, mengatakan inovasi SUPER PENTING lahir dari kepedulian terhadap masih ditemukannya balita dengan status gizi kurang, ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis, serta keluarga dengan kondisi sanitasi yang belum memadai di wilayah Kelurahan Sukoharjo.
“Melalui inovasi SUPER PENTING, kami ingin membangun sinergi seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan stunting tidak dilakukan secara parsial, tetapi menjadi gerakan bersama yang terintegrasi. Dengan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, kami optimistis kualitas tumbuh kembang anak di Kelurahan Sukoharjo akan semakin baik,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, inovasi ini memiliki tujuan utama menurunkan prevalensi stunting sekaligus meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak. Untuk mencapai tujuan tersebut, program diawali dengan pendataan keluarga berisiko stunting secara by name by address, kemudian dilanjutkan dengan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif, pendampingan keluarga, edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pola asuh, sanitasi, hingga penguatan kemitraan lintas sektor.
Menurut Bambang, keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, SUPER PENTING dibangun melalui lima pilar utama, yakni penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan, pendataan dan pemantauan berbasis data, pelaksanaan intervensi kesehatan dan gizi, kampanye edukasi kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.
“Program ini bukan hanya memberikan pelayanan kepada keluarga sasaran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi, sanitasi, dan pola asuh yang baik sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Harapannya, masyarakat semakin peduli dan ikut menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.
Melalui inovasi SUPER PENTING, Kelurahan Sukoharjo berharap tercipta kolaborasi yang semakin kuat dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Program ini juga diharapkan mampu menurunkan angka stunting melalui partisipasi aktif masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia di Kota Probolinggo.