GERPESH JITU, Inovasi Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Dana Sosial di Kebonsari Kulon

ESH JITU, Inovasi Masyarakat Ubah Sampah Menjadi Dana Sosial di Kebonsari Kulon

PROBOLINGGO – Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo menghadirkan inovasi masyarakat bertajuk GERPESH JITU (Gerakan Sedekah Sampah Jadi Tujuh Manfaat) sebagai upaya mengatasi persoalan sampah rumah tangga sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

Inovasi yang telah memasuki tahap implementasi ini mengusung konsep sederhana, yakni mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari rumah, kemudian mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi untuk dijual. Berbeda dengan bank sampah pada umumnya, hasil penjualan sampah dalam GERPESH JITU tidak dibagikan kepada penyetor, melainkan dihimpun menjadi dana sosial yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Lurah Kebonsari Kulon, Ahmad Isnaini, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat akan solusi pengelolaan sampah yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan.

“GERPESH JITU merupakan inovasi berbasis partisipasi masyarakat yang mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah kami dorong menjadi sumber manfaat. Melalui konsep sedekah sampah, hasil pengelolaan sampah dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat,” ujar Ahmad Isnaini.

Menurutnya, inovasi ini juga menjadi sarana membangun budaya gotong royong sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber.

“Keunggulan GERPESH JITU terletak pada semangat kebersamaan. Masyarakat tidak hanya berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga ikut berkontribusi membangun dana sosial yang dikelola secara transparan untuk kepentingan bersama,” katanya.

Melalui mekanisme tersebut, masyarakat diajak melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik di rumah masing-masing. Sampah yang memiliki nilai ekonomi kemudian dikumpulkan sesuai jadwal, ditimbang, dicatat secara transparan, lalu dijual kepada mitra pengelola atau bank sampah. Seluruh hasil penjualan selanjutnya dikelola sebagai dana sosial yang digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan, mendukung kegiatan kemasyarakatan, kegiatan keagamaan, pelestarian lingkungan, hingga kegiatan gotong royong.

Ahmad Isnaini menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah, volume sampah yang dibuang ke TPA dapat dikurangi. Di sisi lain, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan,” jelasnya.

Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, GERPESH JITU juga mendukung penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), memperkuat ekonomi sirkular, serta menjadi model inovasi masyarakat yang mudah diterapkan dan direplikasi di wilayah lain.

Melalui inovasi ini, Kelurahan Kebonsari Kulon berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan menjadi gerakan bersama yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan daerah.




LINK TERKAIT