Kecamatan Kanigaran Perkuat Sinergi Penanganan Stunting, SIGAPRO di Kelurahan Curahgrinting
KANIGARAN KOTA PROBOLINGGO – Pemerintah Kecamatan Kanigaran bersama Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kanigaran, Koordinator KB Kanigaran, serta TP PKK Kecamatan Kanigaran melaksanakan kegiatan SIGAPRO (Sinergi Gerakan Penanganan Stunting Probolinggo) di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran (25/09).
KANIGARAN KOTA PROBOLINGGO – Pemerintah Kecamatan Kanigaran
bersama Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kanigaran, Koordinator KB Kanigaran,
serta TP PKK Kecamatan Kanigaran melaksanakan kegiatan SIGAPRO (Sinergi Gerakan
Penanganan Stunting Probolinggo) di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan
Kanigaran (25/09).
SIGAPRO merupakan bentuk kepedulian dan peran serta Aparatur
Sipil Negara (ASN) sebagai orang tua asuh bagi anak stunting. Melalui program
ini, ASN diharapkan hadir secara langsung dalam mendukung keluarga sasaran,
memberikan perhatian dan pendampingan, serta berkontribusi terhadap pemenuhan
kebutuhan anak sesuai kondisi dan rekomendasi dari tenaga kesehatan. Program
ini menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah dalam mempercepat penanganan
stunting dengan pendekatan yang lebih dekat, personal, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam
mempercepat penanganan dan pencegahan stunting sekaligus memastikan anak-anak
yang menjadi sasaran mendapatkan pendampingan dan intervensi secara
berkelanjutan seiring dengan penguatan program dalam mewujudkan Probolinggo
Bersolek.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 30 anak stunting menjadi
sasaran kegiatan SIGAPRO di Kelurahan Curahgrinting. Pendampingan dilakukan
dengan melibatkan berbagai unsur terkait, sehingga penanganan stunting tidak
hanya berfokus pada kondisi anak, tetapi juga memperhatikan faktor keluarga,
pola asuh, pola makan, kesehatan, sanitasi, serta lingkungan tempat tinggal.
Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si.
menekankan bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dan konsistensi
seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, TP PKK, penyuluh
KB, hingga keluarga sasaran.
“SIGAPRO jangan hanya dipandang sebagai sebuah kegiatan,
tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan
kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal. Melalui SIGAPRO, kita ingin
kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh keluarga. Ketika ASN menjadi
orang tua asuh, jangan dimaknai hanya sebagai memberikan bantuan, tetapi
bagaimana kita ikut peduli, memantau, berkomunikasi dengan keluarga, dan
memastikan anak mendapatkan perhatian serta kebutuhan yang sesuai. Kita ingin
setiap anak sasaran memiliki orang tua asuh yang benar-benar hadir dan peduli,”
ujar Camat Kanigaran.
Menurutnya, pemberian makanan tambahan maupun intervensi
kesehatan merupakan bagian penting, namun harus dibarengi dengan penguatan
edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh, pemenuhan gizi seimbang,
kebersihan dan sanitasi, serta pemanfaatan layanan kesehatan dan Posyandu.
“Yang kita kejar bukan sekadar terlaksananya kegiatan,
tetapi adanya perubahan kondisi anak menjadi lebih baik. Karena setiap anak
yang berhasil kita dampingi adalah bagian dari investasi masa depan Kota
Probolinggo,” tambahnya.

Sinergi antara Kecamatan Kanigaran, Puskesmas Kanigaran,
Koordinator KB Kanigaran, TP PKK Kecamatan, Kelurahan Curahgrinting, kader,
serta keluarga diharapkan mampu memperkuat pendampingan terhadap 30 anak
sasaran. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak juga menjadi bagian
penting untuk memastikan intervensi yang diberikan dapat berjalan secara tepat
sasaran.
Melalui pelaksanaan SIGAPRO ini, Kecamatan Kanigaran terus
mendorong gerakan bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal,
dan bebas stunting, sejalan dengan semangat Kanigaran Hebat dan komitmen
bersama Pemerintah Kota Probolinggo dalam meningkatkan kualitas sumber daya
manusia sejak usia dini.
SIGAPRO Kanigaran: Bersama Mengawal Anak, Bersama Mencegah
Stunting, Menuju Generasi Kanigaran Hebat.
Salam Harmoni Kanigaran Hebat