Kader Posyandu Kanigaran Diperkuat untuk Mendukung Posyandu ILP dan 6 SPM

KANIGARAN – Pemerintah Kecamatan Kanigaran terus mendorong penguatan kapasitas kader Posyandu sebagai bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat masyarakat.

KANIGARAN – Pemerintah Kecamatan Kanigaran terus mendorong penguatan kapasitas kader Posyandu sebagai bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dan pemenuhan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu se-Kecamatan Kanigaran, para kader mendapatkan pembekalan terkait Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta Keluarga Tanggap dan Tangguh Bencana. Kegiatan menghadirkan narasumber dari TP PKK Kota Probolinggo dan Satpol PP Damkar Kota Probolinggo  yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kanigaran pada Rabu 16 September 2026.


Acara dibuka secara resmi oleh Camat Kanigaran, Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si. didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran dan Narasumber TP PKK Kota Probolinggo. Camat Kanigaran menyampaikan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan keluarga dan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas kader harus diarahkan tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga kemampuan mengenali berbagai persoalan keluarga, melakukan edukasi, serta menghubungkan masyarakat dengan layanan yang dibutuhkan.

“Posyandu ILP tidak hanya berbicara tentang pelayanan kesehatan, tetapi bagaimana kita membangun layanan yang semakin dekat, terpadu dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kader menjadi kekuatan penting untuk memastikan keluarga mendapatkan perhatian secara menyeluruh,” ujar Camat Kanigaran.

Kegiatan yang diikuti oleh kader Posyandu se-Kecamatan Kanigaran dan menghadirkan narasumber dari TP PKK Kota Probolinggo adalah untuk memberikan pemahaman mengenai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), khususnya bagaimana kader dapat mengenali kondisi rumah dan keluarga yang membutuhkan perhatian serta mendorong adanya penanganan secara tepat dan terintegrasi.


Dalam arahannya, Camat Kanigaran menekankan bahwa peningkatan kapasitas kader bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi harus mampu memperkuat kepekaan kader terhadap kondisi masyarakat di lingkungannya.

“Jangan sampai ada keluarga yang membutuhkan tetapi luput dari perhatian kita. Kader harus mampu mengenali, melaporkan dan mengawal persoalan yang ada di masyarakat agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Camat Kanigaran.

Pemahaman mengenai RTLH diharapkan semakin meningkatkan kepekaan kader dalam mengidentifikasi kondisi keluarga yang membutuhkan perhatian, termasuk aspek lingkungan tempat tinggal yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Selain pemahaman RTLH, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai keluarga tanggap dan tangguh bencana dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Kota Probolinggo.


Pembekalan tidak hanya dilakukan secara teori, tetapi juga melalui praktik penanganan kebakaran di lingkungan keluarga, termasuk simulasi langkah awal menghadapi kebakaran dan konsleting listrik. Kader diberikan pemahaman mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, upaya pencegahan, langkah-langkah pencegahan dan penyelamatan diri, serta pentingnya tetap tenang dan mengutamakan keselamatan anggota keluarga.


Camat Kanigaran menyampaikan bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“Keluarga yang tanggap adalah keluarga yang mampu mengenali risiko, mengetahui apa yang harus dilakukan dan saling melindungi ketika terjadi keadaan darurat. Pengetahuan sederhana tentang pencegahan dan penanganan kebakaran dapat menjadi sangat berarti ketika diterapkan dengan benar,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kecamatan Kanigaran membangun kader yang lebih kompeten, responsif dan adaptif, sehingga mampu mendukung pelayanan Posyandu ILP sekaligus memperkuat pencapaian 6 SPM, melalui pendekatan pelayanan yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan keluarga. Harapannya adalah kader Posyandu tidak hanya semakin kuat dalam menjalankan fungsi pelayanan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak edukasi di tingkat keluarga dan lingkungan, baik dalam mewujudkan hunian yang lebih layak maupun membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dengan kader yang semakin berdaya, Posyandu semakin kuat; dengan keluarga yang sehat, aman dan tangguh, masyarakat Kanigaran semakin hebat.


Salam Harmoni Kanigaran Hebat.

LINK TERKAIT