KANIGARAN – Gelaran Cokro Fair Samarasya 2026 yang berlangsung di sepanjang Jalan Cokroaminoto, Kota Probolinggo, Sabtu (29/8/2026), berjalan lancar, meriah dan sukses. Kegiatan yang menjadi ruang kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas dan generasi muda tersebut berhasil menghadirkan suasana kebersamaan yang semarak hingga malam hari.
Seremonial pembukaan Cokro Fair Samarasya 2026 dilaksanakan tepat pukul 19.00 WIB di Bundaran Gladak Serang. Dalam kesempatan tersebut, Camat Kanigaran mendampingi Wakil Wali Kota Probolinggo Ibu Hj Ina Dwi Lestari, S.A.P., M.M. dalam prosesi pembukaan gelaran yang mengusung semangat kebersamaan, kreativitas dan keberagaman masyarakat Kota Probolinggo.
Pembukaan semakin istimewa dengan ditampilkannya Tari Kolaborasi Samarasya yang melibatkan Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran dengan pengalungan shall batik khas Kelurahan Kanigaran kepada Ibu Wakil Walikota, tampilan Tari Sanggar Singo Bowo Kelurahan Tisnonegaran, serta tampilan Tari Selamat Datang yang diiringi Musik Duk-Duk Kalimosodo Kelurahan Curahgrinting.

Penampilan tersebut menjadi simbol kolaborasi berbagai unsur masyarakat Kecamatan Kanigaran dalam menyambut para tamu dan masyarakat yang hadir sekaligus menggambarkan semangat keberagaman budaya yang menjadi kekuatan Kota Probolinggo.
Wakil Wali Kota Sapa Masyarakat di Sepanjang Cokroaminoto.
Usai seremonial pembukaan, rombongan Wakil Wali Kota Probolinggo bersama unsur Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah, didampingi Camat Kanigaran, Ketua TP PKK Kecamatan beserta seluruh Lurah dan Ketua TP PKK se-Kecamatan Kanigaran, bergerak menyusuri rangkaian lokasi kegiatan.

Rombongan meninjau sekaligus menyapa ratusan bahkan ribuan warga masyarakat yang memadati sepanjang Jalan Cokroaminoto. Masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, generasi muda hingga orang tua, tampak antusias menikmati berbagai pertunjukan seni budaya yang disuguhkan di 4 panggung utama dan 7 panggung RW di Kelurahan Kanigaran, serta 6 panggung RW dan 1 panggung utama di Kelurahan Kebonsari Kulon.

Atmosfer Cokro Fair semakin hidup dengan penampilan band lokal, seni budaya dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat yang secara bergantian menghibur warga di sepanjang jalur kegiatan.
Di Panggung Milenial, Wakil Wali Kota disambut dengan penampilan dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI) dengan bernyanyi bersama membawakan lagu “Koyo Jogja Istimewa”. Suasana berlangsung hangat dan penuh interaksi antara pimpinan daerah dengan masyarakat.
Pedang Pora, Seni Budaya dan Putri Indonesia Jawa Timur.
Perjalanan dilanjutkan menuju Panggung Nusantara. Rombongan Wakil Wali Kota mendapat sambutan istimewa berupa tampilan tim pedang pora, tari dan silat pagar nusa dari SMAN 2 Kota Probolinggo.
Di panggung tersebut, Wakil Wali Kota juga disambut oleh Runner Up II Putri Indonesia Jawa Timur 2026, Anindya Rizky Rahmadani, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Panggung Arab dan Panggung Ceria.
Sepanjang perjalanan, Wakil Wali Kota tidak hanya menikmati berbagai pertunjukan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Beliau menyapa warga dengan hangat dan menyempatkan diri membeli berbagai produk UMKM yang ditawarkan para pelaku usaha di sepanjang kawasan Cokro Fair.
Hal tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memberikan semangat kepada pelaku UMKM lokal untuk terus mengembangkan produknya.
Sambutan Meriah di Gate Opening Kebonsari Kulon.

Memasuki kawasan Gate Opening Kelurahan Kebonsari Kulon, rombongan kembali mendapatkan sambutan yang unik dan meriah.
Wakil Wali Kota disambut dengan pengalungan bunga, kemudian menaiki Duk-Duk Lembu Ireng, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran dan Ketua TP PKK Kelurahan Kebonsari Kulon.
Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan beragam pertunjukan seni yang menggambarkan kekayaan budaya dan keberagaman masyarakat, mulai dari Tarian Merah Putih Kemerdekaan, Tarian Naga Etnis Tionghoa, hingga Tari Kolaborasi Bali dan Pecut. Bahkan Wakil Wali Kota juga bernyanyi bersama masyarakat dengan membawakan lagu Perahu Layar.
Pertunjukan lintas budaya tersebut menjadi salah satu pesan kuat dari Cokro Fair Samarasya 2026 bahwa keberagaman bukan sekadar perbedaan, tetapi merupakan kekuatan untuk membangun kebersamaan.
Finish di Panggung Utama Pertigaan Loji.

Perjalanan rombongan kemudian berakhir di Panggung Utama Pertigaan Loji sebagai titik akhir rangkaian jelajah Cokro Fair Samarasya 2026.
Di lokasi tersebut, masyarakat kembali disuguhi berbagai penampilan, di antaranya musik band lokal, line dance dan fashion show batik, yang turut memperkuat nuansa kreativitas dan kebanggaan terhadap produk serta budaya lokal.
Momen yang menarik perhatian masyarakat terjadi ketika Wakil Wali Kota menyapa warga dengan didampingi seorang anak pemandu bahasa isyarat, sebagai simbol pentingnya menghadirkan kegiatan yang inklusif dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan, hingga seluruh kegiatan Cokro Fair Samarasya 2026 berakhir tepat pada pukul 22.00 WIB.
Cokro Fair, Wujud Kolaborasi dan Kebersamaan.
Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Cokro Fair Samarasya 2026 dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi Pemerintah Kota Probolinggo, Kecamatan Kanigaran, seluruh kelurahan, OPD dan instansi terkait, Forkopimda, TP PKK, RT/RW, komunitas, pelaku UMKM, dunia usaha, seniman, generasi muda serta seluruh masyarakat.
“Cokro Fair Samarasya bukan hanya tentang kemeriahan sebuah acara. Ini adalah tentang bagaimana kita menyatukan masyarakat dalam satu ruang, memberikan ruang kepada UMKM dan komunitas untuk berkembang, serta menunjukkan bahwa keberagaman seni dan budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan,” ujar Camat Kanigaran.
Lebih lanjut, Camat Kanigaran menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang Jalan Cokroaminoto menjadi bukti bahwa ruang publik dapat menjadi ruang interaksi, kreativitas, pemberdayaan ekonomi dan kebersamaan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan ikut menjaga ketertiban. Semoga semangat Samarasya ini tidak berhenti malam ini, tetapi terus menjadi semangat kita untuk membangun Kanigaran dan Kota Probolinggo secara bersama-sama,” tambahnya.
Kesuksesan Cokro Fair Samarasya 2026 menjadi momentum penting bagi Kecamatan Kanigaran untuk terus menghadirkan inovasi kegiatan yang kreatif, inklusif, merakyat namun tetap elegan, sekaligus memperkuat semangat “Salam Harmoni, Kanigaran Hebat” dalam mendukung terwujudnya Kota Probolinggo yang Bersolek, Adil dan Makmur.
Salam Harmoni Kanigaran Hebat