Camat Kanigaran Dampingi Dewan Juri Penilaian Lomba Lampu Hias, Enam Kampung Tampilkan Kreativitas Warga

Probolinggo, 20 Agustus 2026 — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Probolinggo semakin terasa dengan digelarnya Lomba Lampu Hias se-Kota Probolinggo. Kegiatan yang dikomando oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo tersebut untuk penilaian wilayah Kecamatan Kanigaran dilaksanakan selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai.

Probolinggo, 20 Agustus 2026 — Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kota Probolinggo semakin terasa dengan digelarnya Lomba Lampu Hias se-Kota Probolinggo. Kegiatan yang dikomando oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo tersebut untuk penilaian wilayah Kecamatan Kanigaran dilaksanakan selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai.

Dalam rangkaian penilaian tersebut, Camat Kanigaran turut mendampingi Dewan Juri untuk melakukan peninjauan secara langsung terhadap sejumlah kampung peserta di wilayah Kecamatan Kanigaran.

Enam Kampung, Enam Karakter Kreativitas.

Pada Selasa, 18 Agustus 2026, rangkaian penilaian dimulai dari Kampung Lentera, Jalan KH Hasan Genggong Gang 8, Kelurahan Kebonsari Wetan.


Dari Kampung Lentera, rombongan kemudian melanjutkan penilaian ke Kampung Bambu Merah Putih, Jalan KH Hasan Genggong Gang Kastir, Kelurahan Sukoharjo, sebelum akhirnya tim mengakhiri rangkaian hari pertama di Kampung Mural, Jalan Pahlawan Gang 5, Kelurahan Kebonsari Kulon.


Sementara itu, pada Rabu, 19 Agustus 2026, penilaian dimulai dari Kampung Proklim Perumahan Asabri, Kelurahan Kanigaran. Selanjutnya rombongan menuju Kampung Seni Nusantara, Jalan Pahlawan Gang 11, Kelurahan Tisnonegaran, dan ditutup di Kampung Semangat Merah Putih, Jalan Citarum Gang 2, Kelurahan Curahgrinting.

Bukan Sekadar Lampu Hias.

Menariknya, penilaian di setiap lokasi tidak hanya menampilkan kemeriahan dekorasi lampu dan produk daur ulang sampah. Dewan juri dan rombongan disambut langsung oleh masyarakat melalui penjelasan dari masing-masing koordinator wilayah mengenai konsep, proses dan keunikan kampung yang ditampilkan.

Semangat warga juga terlihat melalui yel-yel, berbagai penampilan dan kreativitas masyarakat yang disiapkan secara khusus untuk menyambut kedatangan tim penilai.


Tidak berhenti pada aspek visual, masyarakat juga turut memperkenalkan produk-produk UMKM lokal sebagai bagian dari potensi kampung. Rangkaian kunjungan kemudian dilengkapi dengan diskusi dan dialog bersama masyarakat, sehingga kegiatan penilaian menjadi ruang untuk melihat secara langsung berbagai potensi, inovasi dan partisipasi masyarakat di masing-masing wilayah.


Camat Kanigaran menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan koordinator wilayah yang telah mempersiapkan kampungnya dengan penuh semangat.

“Lomba lampu hias ini bukan semata-mata tentang siapa yang paling banyak memasang lampu atau paling meriah dekorasinya. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan yang indah, kreatif, hidup dan memiliki identitas. Bahkan di setiap kampung kita bisa melihat UMKM, seni, budaya, inovasi dan kekompakan warga.”


Menurutnya, antusiasme masyarakat dalam menyambut kegiatan tersebut merupakan cerminan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.

“Saya melihat semangat yang luar biasa dari masyarakat. Ada yang menampilkan seni, ada yel-yel, ada produk kerajinan dan UMKM, serta ada cerita tentang proses membangun kampungnya. Ini adalah potensi yang harus terus kita rawat dan kembangkan.”


Dari Kampung untuk Kota Probolinggo.

Kegiatan penilaian selama dua hari tersebut sekaligus memperlihatkan keberagaman karakter kampung di Kecamatan Kanigaran. Kampung Lentera, Kampung Bambu Merah Putih, Kampung Mural, Kampung Proklim, Kampung Seni Nusantara hingga Kampung Semangat Merah Putih hadir dengan konsep dan kreativitas masing-masing.

Bagi Kecamatan Kanigaran, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang bersih, kreatif, guyub, produktif dan berdaya saing.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kecamatan Kanigaran mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan semangat gotong royong dan menjadikan kreativitas warga sebagai kekuatan dalam membangun wilayah.


Dari kampung, lahir kreativitas.

Dari kebersamaan, lahir kekuatan.

Dari Kanigaran, untuk Probolinggo yang semakin hebat.


KANIGARAN HEBAT

Guyub Warganya, Kreatif Kampungnya, Hebat Kotanya.

Probolinggo Bersolek Luar Biasa.

LINK TERKAIT