Camat Kanigaran Buka Implementasi Digital Parenting, Perkuat Peran Keluarga Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Mental
KANIGARAN – Camat Kanigaran, Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si. membuka kegiatan Implementasi Digital Parenting Berbasis Kemitraan Masyarakat untuk Mencegah Stunting dan Penguatan Kesehatan Mental Keluarga Rentan, yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Kebonsari Wetan, Sabtu (26/9/2026).
KANIGARAN – Camat Kanigaran, Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si. membuka kegiatan Implementasi Digital Parenting Berbasis Kemitraan Masyarakat untuk Mencegah Stunting dan Penguatan Kesehatan Mental Keluarga Rentan, yang dilaksanakan di Aula Kelurahan Kebonsari Wetan, Sabtu (26/9/2026).b
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Kebonsari Wetan, Ketua TP PKK Kelurahan dan Pokja PKK Kelurahan Kebonsari Wetan, Ketua TP PKK Kecamatan Kanigaran dan Orang Tua Pejuang Stunting. Kegiatan yang merupakan bentuk kerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tersebut, menghadirkan narasumber Onny Fransinata Anggara, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen pada Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya.
Dalam sambutannya, Camat Kanigaran menyampaikan bahwa perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus tantangan bagi keluarga, khususnya dalam pola pengasuhan anak. Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi perlu hadir sebagai pendamping yang memahami dunia digital sekaligus mampu membangun komunikasi yang sehat dengan anak.
“Digital parenting bukan sekadar mengatur penggunaan gawai, tetapi bagaimana orang tua hadir, mendampingi dan menjadi teladan bagi anak. Teknologi harus kita manfaatkan untuk pendidikan dan kreativitas, namun jangan sampai mengurangi interaksi, perhatian dan kedekatan dalam keluarga,” ujar Camat.

Camat juga menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tetapi juga erat dengan pola asuh, pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, lingkungan serta pengetahuan keluarga.
Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, TP PKK, Posyandu, masyarakat, perguruan tinggi dan keluarga agar upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Selain aspek tumbuh kembang anak, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental keluarga, khususnya keluarga yang menghadapi berbagai kerentanan dan tekanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk merasa aman, didengar dan mendapatkan penguatan. Mari kita bangun budaya saling mendengar, saling menguatkan dan tidak memberikan stigma kepada keluarga yang sedang menghadapi persoalan,” tegasnya.
Melalui kemitraan bersama LPPM UNESA, Camat berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan dan praktik nyata di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia juga mendorong kader dan masyarakat untuk semakin aktif melakukan edukasi, pendampingan serta deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan ketahanan keluarga.
Kehadiran narasumber dari Fakultas Psikologi UNESA diharapkan dapat memberikan perspektif ilmiah sekaligus pendekatan praktis kepada peserta mengenai pola pengasuhan di era digital, komunikasi orang tua dan anak, serta penguatan kesehatan mental keluarga.
“Anak sehat, keluarga kuat; keluarga kuat, masyarakat hebat. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk membangun masyarakat Kecamatan Kanigaran yang harmonis, sehat, berdaya dan tangguh,” pungkas Camat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah wilayah, perguruan tinggi dan masyarakat dalam memperkuat kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia, sekaligus mendukung terwujudnya Kanigaran Hebat melalui keluarga yang sehat, adaptif dan tangguh menghadapi perkembangan zaman.
Salam Harmoni Kanigaran Hebat