TP PKK Kelurahan Curahgrinting Raih Juara 3 Lomba Sajian Ketan Kratok pada Festival Mendhalung 2025
TP PKK Kelurahan Curahgrinting berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Sajian Ketan Kratok yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo di GOR A. Yani pada Rabu (3/12).
Ketan kratok
TP PKK Kelurahan
Curahgrinting berhasil meraih Juara 3
dalam Lomba Sajian Ketan Kratok yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo di GOR A. Yani pada Rabu (3/12).
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus wujud komitmen PKK dalam
melestarikan kuliner khas daerah.
Tahun 2025
menjadi momentum penting bagi Kota Probolinggo dengan ditetapkannya dua Warisan Budaya Takbenda (WBTB) terbaru,
yaitu Ketan Kratok dan Tradisi Bi Bi Bi. Keduanya resmi mendapat
rekomendasi penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Dengan
demikian, Kota Probolinggo kini memiliki lima WBTB, setelah sebelumnya ada Jaran Bodhag (2014), Karapan
Sapi Brujul (2019), dan Kembang Lamaran (2023).
Sebagai bentuk
apresiasi dan promosi budaya, Disdikbud menyelenggarakan Lomba Sajian Ketan
Kratok yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Mendhalung 2025. Lomba ini bertujuan mengenalkan ketan
kratok kepada masyarakat secara lebih luas, sekaligus mendorong kreativitas
penyajian tanpa menghilangkan cita rasa otentik.
Proses
penjurian dilakukan oleh tiga juri dari Persatuan Chef Profesional Indonesia
(PCPI) Cabang Probolinggo. Setiap peserta dinilai secara detail, mulai dari
penyajian, kreativitas, hingga cara menjawab pertanyaan terkait proses
pembuatan ketan kratok.
Sekretaris PCPI
Cabang Probolinggo, Nuryani Khoiriyah,
menjelaskan bahwa kriteria penilaian fokus pada packaging serta inovasi
penyajian yang tetap menjaga keaslian rasa ketan kratok. Ia juga menekankan
bahwa proses pengolahan ketan kratok membutuhkan ketelitian tinggi.
“Perendaman
membutuhkan waktu satu hari dan proses pencucian harus dilakukan empat kali.
Jika tidak bersih, bisa memicu keracunan. Kami berharap kreasi peserta menarik,
layak disajikan untuk acara penting, namun tetap mempertahankan cita rasa
khasnya,” ujarnya.
Disdikbud Kota
Probolinggo mendorong agar ketan kratok menjadi hidangan resmi dalam berbagai
pertemuan dan rapat pemerintah. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa
warisan budaya tidak hanya diakui, tetapi juga dilestarikan dan dihidupkan oleh masyarakat. Harapannya, ketan
kratok dapat berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Kota Probolinggo yang
dikenal hingga tingkat nasional.
Pencapaian TP
PKK Curahgrinting ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui
kreativitas dan kolaborasi, sekaligus memperkuat identitas kuliner lokal yang
semakin diminati.