Satu Tahun Kepemimpinan, Wali Kota Dokter Aminuddin Perkuat Sinergi RT/RW untuk Pembangunan
Kecamatan Kanigaran menggelar sosialisasi Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Wali Kota Nomor 107 Tahun 2020 mengenai pemberian honorarium bagi Ketua RT dan RW.
Sosialisasi Perwali RT/RW
Dalam rangka pembinaan Rukun Tetangga (RT)
dan Rukun Warga (RW), Pemerintah Kota Probolinggo menggelar sosialisasi
Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Wali Kota Nomor 107 Tahun 2020 mengenai pemberian honorarium bagi Ketua
RT dan RW. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (31/3) di Pendopo
Kecamatan Kanigaran, sekaligus dirangkai dengan pemaparan Kilas Prestasi Satu
Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Probolinggo.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota
Probolinggo, Dokter Aminuddin, didampingi Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta
Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo. Turut hadir pula Asisten Pemerintahan
Budi Wirawan, Forkopimda setempat, KUA, serta TP PKK. Kehadiran pimpinan daerah
disambut meriah dengan tarian reog dari Sanggar Tari Singo Bowo, Kelurahan
Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Sekitar 100 undangan lintas sektor, mulai
dari perangkat daerah, para lurah se-Kecamatan Kanigaran hingga para Ketua RT
dan RW, tampak hadir mengikuti kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat
pasca-Idul Fitri.
Camat Kanigaran Purwantoro Novianto
menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan penjelasan
terkait ketentuan yang berlaku agar dapat berjalan tertib serta terjalin
sinergi yang baik. Ia juga menyoroti berbagai capaian selama satu tahun
terakhir yang dirasakan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kanigaran.
“Telah banyak capaian yang dirasakan
masyarakat, diantaranya peningkatan honorarium RT, RW dan Linmas, pembangunan
sarana prasarana infrastruktur, hingga revitalisasi ruang publik seperti
alun-alun dan pasar baru yang berdampak pada pengembangan ekonomi lokal,”
ujarnya.
Purwantoro menambahkan bahwa keberhasilan
tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh elemen masyarakat, khususnya peran
aktif RT dan RW dalam mendukung pembangunan. “Kami berkomitmen untuk terus
mengoptimalkan program pembangunan demi mewujudkan Probolinggo yang lebih baik
ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr.
Aminuddin mengungkapkan rasa bahagianya atas dukungan masyarakat terhadap
proses pembangunan yang mulai menunjukkan hasil nyata.
“Saya berbahagia dengan dukungan masyarakat,
karena proses pembangunan sudah mulai nampak. Ke depan, kawasan Cokro akan kita
ubah menjadi pusat kuliner dengan sistem satu arah lalu lintas,” ungkapnya.
Ia juga memaparkan sejumlah program
strategis, mulai dari pembangunan berbasis kelurahan, peningkatan kesejahteraan
masyarakat melalui program MBG, pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui
kejar paket, hingga penyediaan beasiswa bagi anak kurang mampu dan penguatan
Koperasi Merah Putih.
Lebih lanjut, Aminuddin menegaskan pentingnya
peran RT dan RW sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. “RT dan
RW adalah ujung tombak pembangunan. Kami berharap peran aktifnya terus
ditingkatkan agar program yang direncanakan dapat dirasakan seluruh lapisan
masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan
prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya
mengatasi persoalan sampah. “Setiap RW diharapkan memiliki bank sampah. Saya
ingin Kecamatan Kanigaran menjadi percontohan wilayah yang bersih, indah, dan
bebas sampah, sehingga mampu menarik investor ke Kota Probolinggo,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Probolinggo
juga menyerahkan secara simbolis bantuan gerobak sampah serta santunan kematian
dari BPJS Ketenagakerjaan kepada para penerima manfaat. Kegiatan ditutup dengan
penayangan Kilas Prestasi Satu Tahun Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota
Probolinggo, yang menjadi gambaran capaian pembangunan sekaligus motivasi untuk
terus melangkah menuju Probolinggo yang lebih maju dan sejahtera.