Pj Sekda Kota Probolinggo Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana di Kebonsari Wetan

Kelurahan Kebonsari Wetan menggelar sosialisasi tanggap bencana pada Rabu (11/3) pagi di aula kelurahan setempat.

Sosialisasi tanggap bencana

Di tengah meningkatnya potensi bencana akibat perubahan iklim, Kelurahan Kebonsari Wetan menggelar sosialisasi tanggap bencana guna meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (11/3) pagi di aula kelurahan setempat.

Sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, RT/RW, kader lingkungan, hingga unsur lembaga kemasyarakatan. Kegiatan menghadirkan Pj Sekda Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo sebagai narasumber, yang hadir didampingi Camat Kanigaran dan Lurah Kebonsari Wetan. Turut memberikan materi narasumber dari Damkar Kota Probolinggo.

Dalam arahannya, Pj Sekda Kota Probolinggo menyampaikan bahwa Kota Probolinggo memiliki Indeks Risiko Bencana sebesar 110,56 atau kategori sedang pada tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa berbagai potensi bencana dapat terjadi di wilayah tersebut.

“Risiko bencana di Kota Probolinggo meliputi banjir, banjir bandang, gelombang ekstrem dan abrasi, cuaca ekstrem, gempa bumi, tsunami, likuefaksi hingga kegagalan teknologi. Oleh karena itu kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Berdasarkan data selama kurun waktu 2015–2024, kejadian bencana yang paling banyak terjadi di Kota Probolinggo adalah cuaca ekstrem sebanyak 190 kejadian. Disusul kebakaran rumah, kapal, dan gedung sebanyak 136 kejadian serta banjir sebanyak 52 kejadian. Meski demikian, banjir menjadi bencana yang paling banyak menimbulkan korban, dengan dampak 4 orang meninggal dunia, 2.378 orang mengungsi, serta 4.118 rumah terdampak.

Untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat di tingkat kelurahan, berbagai langkah strategis dilakukan, di antaranya pembentukan relawan kebencanaan, penyediaan sarana dan prasarana antisipasi bencana, pelaksanaan simulasi penanganan bencana, peningkatan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta peningkatan kapasitas tokoh masyarakat.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan simulasi pemadaman api oleh petugas Damkar sebagai bentuk praktik langsung bagi peserta agar masyarakat memahami langkah-langkah yang tepat dalam menghadapai keadaan darurat kebakaran. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami langkah-langkah mitigasi dan penanganan bencana sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan bersama menuju kelurahan tangguh bencana. 

LINK TERKAIT