Kecamatan Kanigaran Salurkan 5.000 Butir Telur untuk Balita Stunting melalui Program GEMATI
Sebagai upaya mendukung percepatan penurunan stunting dan meningkatkan pemenuhan gizi anak khususnya balita, Kecamatan Kanigaran mencanangkan Program GEMATI (Gerakan Makan Telur Atasi Stunting) pada Rabu (3/6/2026).
Gemati
Sebagai upaya
mendukung percepatan penurunan stunting dan meningkatkan pemenuhan gizi anak
khususnya balita, Kecamatan Kanigaran mencanangkan Program GEMATI (Gerakan
Makan Telur Atasi Stunting) pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang
dipimpin langsung oleh Camat Kanigaran, Purwantoro Noviyanto, S.STP., M.Si.,
tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis lebih dari 5.000 butir telur
kepada TP PKK kelurahan se-Kecamatan Kanigaran. Selanjutnya, bantuan tersebut
akan didistribusikan kepada balita stunting dan PMT Posyandu Balita yang
menjadi sasaran program di masing-masing kelurahan.
Bantuan telur ini
merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan melalui program Corporate Social
Responsibility (CSR) dari PT. Charoen Pokphand Jaya Farm Dukungan sebagai wujud
kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas
kesehatan serta pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang
berisiko mengalami stunting.
Dalam kesempatan
tersebut, Camat Kanigaran menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan
oleh perusahaan. Menurutnya, konsumsi protein hewani secara rutin merupakan
salah satu langkah sederhana namun efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak
sekaligus mencegah stunting sejak dini. Sebelumnya bantuan PMT Protein serupa
juga telah diberikan oleh KDS Probolinggo dan Roti Menul.
"Penanganan
stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama
dan kepedulian semua pihak. Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama
menunjukkan bahwa kolaborasi dapat menghadirkan manfaat nyata bagi
masyarakat," ujar Purwantoro.
Melalui Program
GEMATI, Kecamatan Kanigaran terus mendorong sinergi antara pemerintah, dunia
usaha, dan masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan
berkualitas. Diharapkan bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi
kebutuhan gizi balita penerima manfaat, tetapi juga meningkatkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang sebagai investasi
kesehatan anak di masa depan.