POTENSI WILAYAH

Pariwisatan Budaya & Religi

 

MUSEUM PROBOLINGGO

   Museum Probolinggo terletak di Jl. Suroyo No. 17 Kel. Tisnonegaran Kec. Kanigaran, ini merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep sejarah dari Probolinggo. Gedung ini pertama dibangun pada tahun 1814 dengan gaya bangunan Empire Style, merupakan sebuah Gedung Societiet Gebow Harmony yang difungsikan sebagai Ballroom. Didalamnya terdapat artefak, mata uang kertas Probolinggo, replikas patung, benda-benda pusaka hingga beberapa dokumentasi Probolinggo pada masa lampau.

 

   Kini masa kepemimpinan Walikota Hadi Zainal Abidin museum Probolinggo dijadikan wisata sejarah religi umat Islam, yakni Museum Peninggalan Rasulullah SAW. Menampilkan beberapa barang bersejarah asli milik Nabi Muhammad SAW dan sahabat beliau.

 

MUSEUM DR. MOH. SALEH

   Museum yang dulunya merupakan rumah pribadi dokter pribumi pertama di Probolinggo yakni dr. Mohamad Saleh, dibangun pada tahun 1930-an, terletak di Jl. Dr. Moh. Saleh. Museum ini menyimpan koleksi berbagai peralatan medis yang sering digunakan pada masa penjajahan Belanda, seperti peralatan bedah, peralatan pelayanan kesehatan, gramo fone, peti ukir, jam gantung dan lain sebagainya serta ada Ruang Peteng yaitu ruangan gelap tidak ada lampu satupun, ruangan itu dipergunakan untuk  beribadah lebih khusyuk.

 

 

GEREJA MERAH

   Gereja Merah yang terletak di jl. Suroyo No. 32 Kel. Tisnonegaran Kec. Kanigaran, merupakan peninggalan Belanda yang tetap lestari hingga kini. Dibangun oleh Pendeta Pati Rajawane, pada masa Belanda di bawah kepemimpinan Bupati Meijer (Bupati pertama Probolinggo) pada tahun 1862 (tertulis di anak tangga pintu masuk gereja “Gebound Anno  1862 ”), menggunakan konstruksi baja dengan ornament luar berwarna merah, warna merah  memiliki filosofi bagi jemaat gereja yakni darah Yesus Kristus yang tumpah untuk meyelamatkan dosa-dosa umat manusia.

 

 

KESENIAN BUDAYA

 

KERAPAN SAPU BRUJUL

   Budaya lokal tak kalah seru adalah Kerapan Sapi Brujul adalah perlombaan Sapi di lintasan khusus pertanian berair yang dilakukan pasca panen. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 18 Oktober 2019.

 

JARAN BODHAG

   Jaran Bodhag merupakan turunan dari kesenian Jaran Kencak. Hanya saja Jaran Bodhag tidak menggunakan Kuda Asli tetapi Kuda Tiruan dari bahan rotan dan kayu yang menyerupai kepala kuda. Jaran Bodhag dipentaskan dalam bentuk arak-arakan dan diiringi usic Kenong Telo ditambahkan Sronen (music tradisional Madura).

   

   Kostum Pemain Jaran Bodhag memiliki corak gemerlap bertujuan untuk menarik perhatian penonton. Jaran Bodhag telah ditetapkan sebagai warisan bidaya tak benda oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tanggal 17 oktober 2019.

 

LARUNG SESAJI BUMI

   Larung Sesaji Bumi merupakan budaya ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan hasil bumi dan laut kepada manusia, biasa diselenggarakan setiap Tahun Baru 1 Muharram.

 

S E M I P R O

   Seminggu di Kota Probolinggo disebut juga SEMIPRO merupakan event tahunan sebagai ajang kreativitas seni, budaya dan pemberdayaan ekonomi local yang digelar setiap akhir bulan Agustus sampai awal September.

   Event ini untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia (17 Agustus) sekaligus Hari Jadi Kota Probolinggo 4 September. SEMIPRO digelar sejak tahun 2009, menampilakn berbagai berntuk tampilan berbasis kearifan local, kuliner, pawai budaya, pameran UMKM, perlombaan, olahraga dan hiburan anak-anak.

 

 

RUANG TERBUKA HIJAU

 

TAMAN MARAMIS

   Taman ini cukup direkomendasikan sebagai tempat rekreasi keluarga yang berseri dan ekonomis, selain diperuntukkan berolahraga memanfaatkan fasilitas promosi kesehatan yang ada juga dapat menikmati wahana hiburan anak-anak seperti Dokar Kuda, Dokar Kambing, Odong-odong, Kencak, dan menyediakan makanan lokal Probolinggo serta sangat mengagumkan saat malam hari. Berlokasi di Jl. Maramis No. 11 Kel. Kanigaran Kec. Kanigara.

 

 

 

 

PERBANKAN

   Mulai dari Perbankan Daerah sampai dengan Swasta seluruh Kantor Cabang Utama (KCU) atau Kantor Cabang Pusat (KCP) berlokasi di Kecamatan Kanigaran. Bank Daerah Jawa Timur berlokasi di Jl. Soekarno – Hatta No. 311 Tisnonegaran Kec. Kanigaran.

 

   Perbankan Swasta mulai dari BCA, BNI, Mandiri, BRI, dan Mandiri bertempat satu jalur di Jl. Suroyo, Tisnonegaran, Kec. Kanigaran. Jadi, tidak perlu susah payah mencari Perbankan seluruhnya berpusat di wilayah Kecamatan Kanigaran.

 

 

PUSAT PERBELANJAAN

   Supermarket yang terbesar di Probolinggo bahkan sampai warga Kabupaten/Kota tetangga Kota Probolinggo berbelanja di Dua Supermarket terkenal ini. Warga Kota Probolinggo mengenalnya dengan nama Graha Mulia (GM) dan Karunia Damai Sejahtera (KDS), Supermarket terlengkap dan ekonomis.

   Keduanya berlokasi di Jl. Dr.Sutomo Kel. Tisnonegaran Kec. Kanigaran, semenanjung jalan tersebut dipenuhi dengan Pertokoan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sekunder dan tersier.

 

 

TRANSPORTASI UMUM

   Angkutan Umum atau Lin, menghubungkan sebagian besar jalur-jalur utama dalam Kota Probolinggo. Transportasi massal ini berupa mobil berwarna kunig. Tarif rata-rata Rp 4000 untuk umum dan Rp 3000 untuk pelajar.

   Transportasi umum budaya lokal yang hingga kini masih dapat dinikmati di Kecamatan Kanigaran, yakni Becak. Namun berkembangnya teknologi kini sudah ada BENTOR (Becak Motor), tarif rata-rata Rp 5000/km.

 

 

INDUSTRI KECIL & MENENGAH

 

ABON PIENG HOO

   Salah satu pemenang pada Lomba Industri Kecil dan Menengah (IKM) Award 2019 Kota Probolinggo, sebelumnya terkenal dengan nama “Abon My Baby”. Dibuat dari bahan dasar pilihan, tanpa pengawet dan MSG, diproses tanpa minyak dan dikemas dalam double packaging plastik dan karton sehingga terjamin kebersihannya (hygenis), serta telah memperoleh ijin Depkes.

   Berlokasi di Jl. Mawar Putih 15 B RT 06 RW 03, pemiliknya bernama Oktavia Kusumaningsih, dapat dipesan melalui kontak pemesanan 0898-9030-091 dan media sosial facebook (@Abonpienghoo).

 

 

KEDAI KELOR

   Salah satu pemenang pada Lomba Industri Kecil dan Menengah (IKM) Award 2019 Kota Probolinggo, berbahan dasar Daun Kelor yang penuh dengan khasiat diolah menjadi berbagai macam makanan, minuman dan obat herbal tanpa bahan pengawet dan dikemas secara hygenis.

   Berlokasi di Jl. Kh. Ahmad Dahlan No. 22 Gg. 04 RT 02 RW 16 Kel. Kebonsari Kulon, dapat dipesan melalui kontak pemesanan 0822-1337-7733 dan media sosial facebook (@kedai kelor probolinggo).

 

 

K U L I N E R

 

ANGGUR PRABU BESTARI

   Probolinggo dikenal sebagai Kota Anggur, buah anggur akan banyak ditemukan di sepanjang jalan Kota. Jenis anggur andalan di Probolinggo adalah Anggur Prabu Bestari.

 

 

MANGGA PROBOLINGGO

   Selain anggur, Probolinggo juga dikenal dengan komoditas mangganya. Hampir semua orang mengenal mangga Probolinggo dengan rasa manis yang segar. Varietas mangga yang dikembangkan di Probolinggo antara lain Arumanis dan Manalagi. Mangga asal Probolinggo sudah terkenal dan didistribusikan di berbagai daerah di Indonesia.

 

 

RUJAK EROK-EROK

   Sekilas rujak erok-erok ini mirip dengan rujak manis pada umumnya, dimana menu yang disajikan aneka irisan buah-buahan dan sayuran, seperti pepaya, mangga, kedondong, bengkoang, belimbing, mentimun dan lain sebagainya. Hanya saja, yang membedakan adalah bumbunya, kalau rujak manis berbahan gula merah, sedangkan rujak erok- erok berbahan petis khas Probolinggo.

 

NASI GLEPUNGAN

   Hampir mirip seperti Nasi Glepungan hanya berbeda di Nasinya yang terbuat dari Jagung, untuk membuat nasi jagung, sebelumnya jagung harus ditumbuk dahulu kemudian dikukus hingga empuk dan mekar. Biasanya nasi jagung dihidangkan dengan aneka lauk seperti urap, perkedel, telur balado, dan lain sebagainya, mirip seperti nasi rames. Dan lebih nikmat jika disantap bersama dengan sambal terong.

 

NASI JAGUNG

   Hampir mirip seperti Nasi Glepungan hanya berbeda di Nasinya yang terbuat dari Jagung, untuk membuat nasi jagung, sebelumnya jagung harus ditumbuk dahulu kemudian dikukus hingga empuk dan mekar. Biasanya nasi jagung dihidangkan dengan aneka lauk seperti urap, perkedel, telur balado, dan lain sebagainya, mirip seperti nasi rames. Dan lebih nikmat jika disantap bersama dengan sambal terong.

 

PERNIAGAAN

 

PASAR BAROE

   Zaman pemerintahan Hindia Belanda merupakan pasar yang dikhususkan untuk orang-orang Eropa, Warga Probolinggo memiliki pasar khusus tersendiri, meski begitu kebanyakan yang melakukan perdagangan di pasar tersebut adalah Orang Indonesia.  Peran pasar tradisional sangat vital bagi masyarakat Probolinggo. Sejak Probolinggo mendapatkan gelar gemeente, pemerintah Hindia Belanda dengan bebas mengatur keuangan daerahnya sendiri sehingga mereka melakukan peningkatan sarana dan prasarana umum yang ada di Probolinggo.

   Pasar baru merupakan pasar induk Kota Probolinggo dengan lokasi yang strategis dan akses mudah serta dilewati jalur pantura di Jl. Cut Nyak Dien Kel. Tisnonegaran Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo.