BERITA KELURAHAN

Pasar Baru milik Kita Bersama (Warga Kota Probolinggo)

Pasar Baru – Pasar merupakan tempat untuk bertransaksi antara produsen dan konsumen, berkomoditaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Dalam hal ini roda perekonomian masyarakat sangat bergantung kepada transaksional yang terjadi di pasar tradisional.

Pasar tradisional masih menjadi primadona masyarakat di Kota Probolinggo. Tidak hanya masyarakat kurang mampu, masyarakat dengan kemampuan ekonomi menengah keatas juga bergantung di pasar tradisional ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa harga-harga kebutuhan pokok di pasar tradisional lebih murah dan bisa ditawar dari pada kebutuhan pokok yang ada di pasar modern.

Sejak zaman Hindia Belanda keberadaan pasar tradisional di Probolinggo memegang peran penting sebagai salah satu penghasilan bagi warga Probolinggo yang menjual hasil tanamnya. Masyarakat Probolinggo dominan berprofesi sebagai petani dan pekebun. Hal ini membuat fungsi dan peran pasar tradisional sangat vital bagi masyarakat Probolinggo, bahkan sejak Probolinggo mendapatkan gelar Gemeente. Pemerintah Hindia Belanda dengan bebas mengatur keuangan daerahnya sendiri sehingga dengan adanya potensi itu mereka melakukan peningkatan sarana dan prasarana umum yang ada di Probolinggo.

Pasar ini pada zaman pemerintahan Hindia Belanda merupakan pasar yang dikhusukan untuk orang-orang eropa. Orang-orang di Probolinggo pada saat itu memiliki pasar khusus. Meski begitu kebanyakan yang melakukan perdagangan di pasar tersebut adalah orang Indonesia.

Pasar Tradisional yang terkenal di Kota Probolinggo, yakni Pasar Baru dikarenakan berlokasi di pusat kota dan dilewati jalan utama Kota Probolinggo. Salah satu impian warga Kota Probolinggo adalah memiliki Pasar Tradisional yang bertaraf Standar Nasional Indonesia. Awalnya, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Baru akan tetap dilanjutkan di tahun 2020. Pembangunan Pasar Baru yang dilakukan pemerintah Kota Probolinggo ini akan menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp. 19 Milliar.

Namun, jika hanya Pemerintah saja yang mengambil tindakan, kedepannya Pasar Baru yang sudah bagus akan kembali rusak dan tidak terpelihara. Komponen penting agar suatu daerah berkembang dan maju ialah bekerjasamanya antara Pemerintah, Masyarakat dan pihak Swasta, mereka memiliki peran penting untuk membantu pemerintah mengingat tidak semua aktivitas pembangunan mampu dikerjakan oleh pemerintah sendiri.

Jum’at (9/10) pukul 06.00 WIB, Kelurahan Kebonsari Kulon beserta Tim Kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup, UPT Pasar Baru dari Dinas Koperasi, Usaha mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) serta mengajak Warga RW 13 para pemilik Toko bertempat di sekitaran Pasar Baru untuk melaksanakan Kerja Bakti.

Semangat yang membara menyelimuti seluruh pihak baik dari Pemerintah maupun Masyarakat saat Kerja Bakti sekitar Pasar Baru. Keinginan Warga Probolinggo ialah ingin nyaman saat berbelanja, tidak mencium bau busuk saat melintasi Jl. Pahlawan dan jl. Cut Nyak Dien serta membuat ketertarikan bagi orang luar kota yang melintas.

Kami berharap kedepan dan seterusnya para Pedagang, Pemilik Toko, Pembeli dan semua pihak serta seluruh warga Kota Probolinggo bisa memelihara dan menjaga lingkungan dan fasilitas Pasar Baru. Bagi warga yang bukan berdomisili sekitar Pasar Baru agar tidak membuang sampah rumah tangganya di TPS Pasar Baru, kasihan warga sekitar sini yang harus bertanggungjawab.

ujar Lurah Kebonsari Kulon, Ikromi Wida Utama saat Kerja Bakti

Related Post