BERITA KECAMATAN

CORONA, Tidak Melunturkan Kreativitasku !

KRETIVITAS – Melukis merupakan aktivitas yang menyenangkan. Banyak orang yang memilih aktivitas melukis untuk mengisi waktu santainya. Bahkan, tidak sedikit pula seseorang yang punya bakat melukis bisa menjual hasil lukisannya dengan nilai yang tinggi. Menariknya lagi, melukis ternyata memberikan manfaat yang sangat besar bagi pertumbuhan anak.

Mengajak anak belajar melukis, dipercaya akan bisa menghadirkan berbagai manfaat untuk mereka. Dari sekian banyak manfaat tersebut, berikut ini adalah tujuh hal yang bisa didapatkan saat anak dibiasakan untuk melakukan aktivitas kreatif ini:

1. Meningkatkan Kreativitas

    Aktivitas melukis dan menggambar menjadi sarana untuk bisa meningkatkan daya imajinasi anak. Mereka akan bisa menggambarkan secara jelas bagaimana rupa sebuah benda hidup dan mati maupun hayalan yang ada di fikiran. Hal ini akan berdampak positif pada perkembangan otak kanan anak, yang berperan meningkatkan daya kreativitas.

Lalu, bagaimana dengan anak yang memiliki kecenderungan otak kiri, yang memiliki kelebihan pada cara berpikir logis? Kebiasaan melukis tetap akan berguna bagi anak yang punya kecenderungan berpikir dengan otak kiri. Kebiasaan melukis, akan dapat menstimulus daya kreativitas mereka.

2. Meningkatkan Konsentrasi

    Melukis, secara efektif dapat meningkatkan daya konsentrasi pada anak. Dengan belajar melukis, anak akan bisa belajar mengonsentrasikan pikirannya pada objek yang ada di depannya. Bahkan, pada tahun 2008 lalu terungkap bahwa mahasiswa jurusan kedokteran bisa menangkap informasi lebih banyak setelah mereka turut serta dalam sesi pelajaran kesenian.

3. Sarana Relaksasi

    Siapa sangka, belajar melukis juga menjadi sarana relaksasi yang murah meriah untuk anak. Pada saat melukis, anak tidak akan memiliki pikiran lain selain objek yang tengah dilukisnya. Di samping bisa meningkatkan daya konsentrasi, hal ini juga dipercaya bisa membuat tubuh lebih nyaman. Bahkan, efek relaksasi pada saat melukis hampir sama saat melakukan meditasi. Sangat baik diterapkan saat New Normal ini setelah masa PSBB yang berlarut lama.

4. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Non-verbal

    Belajar melukis juga membuat anak bisa mengomunikasikan apa yang ada di dalam pikirannya secara langsung ke kanvas. Hal ini memang tidak memberi dampak langsung pada kemampuan komunikasi verbal pada anak. Namun, kemampuan untuk menggambarkan objek yang ada di pikiran merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang bisa diperoleh anak dengan aktivitas melukisnya.

5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Belajar menulis juga dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Terlebih, kalau mereka mengetahui bahwa hasil lukisannya cukup bagus dan layak untuk dibanggakan. Apalagi, kalau mereka mendapatkan respon yang positif dari orang-orang di sekitarnya.

6. Melatih Ketekunan

   Saat belajar melukis, anak juga dapat melatih ketekunannya. Terlebih, jika hasil lukisan ternyata tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Anak akan berupaya untuk memperbaiki hasil lukisannya agar bisa sesuai dengan keinginannya.

    Proses trialanderror seperti ini, secara tidak langsung akan melatih anak untuk terus mencoba sehingga mereka bisa memperoleh hasil terbaik. Di waktu yang sama, hal ini juga melatih determinasi anak dan melatih mereka untuk tidak cepat putus asa saat menghadapi kegagalan atau hasil yang tidak sesuai keinginan.

7. Menambah Wawasan

    Melukis juga dapat memperluas wawasan anak. Semakin variatif objek lukisan, maka pengetahuan anak pun semakin bertambah. Pada saat pertama kali belajar melukis, mereka mungkin hanya akan menggambarkan pemandangan sekitar rumah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, objek lukisannya akan bertambah. Bisa berupa pemandangan gunung, boneka Barbie, hewan, tumbuhan, dan lain-lain. Manfaat belajar melukis bagi anak sangat menarik, bukan? Jadi, tidak ada salahnya untuk mengajari anak Anda untuk melukis berbagai objek dalam kesehariannya.

Kamis (19/11) di Pendopo Kecamatan Kanigaran diselenggarakan Technical Meeting Lomba Kreativitas Anak, dipimpin oleh Ka. Sie. Pemberdayaan Masyarakatn (Bpk. SLAMET HARIYANTO) dan penjelas teknis perlombaan oleh Staf Subbag. TU (Bpk. FERY RIANDOYO). Peserta undangan yang hadir Lurah atau Perwakilan dari seluruh Kelurahan se-Kecamatan Kanigaran, UPT Puskesmas Kanigaran dan Warga Kecamatan Kanigaran.

Syarat dan Ketentuan Lomba

Adapun syarat dan ketentuan lomba kreativitas anak, sebagai berikut :

  1. Hari Pelaksanaan : Senin, 23 Nopember 2020;
  2. Tim terdiri dari Tiga orang Pelajar (boleh campur Pria & Wanita maupun tidak) setiap Tim dibedakan sesuai dengan tingkat pendidikannya SD, SMP & SMA se-derajat dan peserta merupakan warga dari Kelurahan yang diwakilkan;
  3. Medianya Dinding bagian dalam pagar Kantor Kecamatan dengan ukuran 3 x 1,5 m;
  4. Adapun alat dan bahan yg disediakan oleh Panitia berupa Cat Tembok (🎨 merah, kuning, biru, hijau dan putih) dan Peserta diperbolehkan membawa peralatan tambahan yang dibutuhkan;
  5. Waktu yang diberikan 3 (Tiga) jam saat perlombaan;
  6. Tema lomba “PROTOKOL KESEHATAN COVID-19”;
  7. Kriteria penilaian: kreatifitas dan kekompakkan tim serta ketepatan waktu;
  8. Menerapkan Protokol Kesehatan saat Lomba.

Hadiah

Trophy dan hadiah tak terduga

Related Post