BERITA KECAMATAN

Pengecatan Marka Jalan untuk Mencegah Penyebaran Virus Corona oleh Tim Penanganan COVID-19 Kecamatan Kanigaran Bersama Tiga Pilar

TIM PENANGANAN COVID 19 KECAMATAN KANIGARAN BERSAMA TIGA PILAR

Kanigaran – Kondisi pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini membuat semua pihak berupaya melakukan pencegahan. Sejumlah metode dan ide gagasan pun dilahirkan untuk mencari cara yang efektif dalam mengurangi dan mencegah paparan virus yang bermula dari Kota Wuhan, Cina pada penghujung tahun 2019 lalu.

Salah satu ide unik diimplementasikan oleh Tim Penangan Covid-19 Kecamatan Kanigaran bersama Tiga Pilar, melakukan pengecatan marka jalan di area traffic light atau kawasan berhenti lampu lalu lintas untuk kendaraan roda dua pada Jum’at (17/7).

Menariknya, pengecatan marka jalan dengan jarak 1 meter antara satu pengendara dengan pengendara lain di area traffic light itu mirip dengan garis start pada balapan bergengsi kelas dunia MotoGP. Ternyata salah satu tujuannya adalah dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

“Pengecatan marka jalan dengan jarak 1 meter masing-masing pengendara itu, selain untuk menekan angka kecelakaan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, juga menghindari penyebaran virus corona”

ujar Camat Kanigaran Agus Rianto, S.STP., M.Si didampingi Danramil dan Kapolsek.
TIM PENANGANAN COVID 19 KECAMATAN KANIGARAN BERSAMA TIGA PILAR

Menurut Camat Kanigaran Agus Rianto, virus corona bisa menyerang siapa saja dan di mana saja, sehingga perlu menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan. “Dengan menyediakan tempat berhenti seperti ini, maka pengendara akan aman dan terhindar dari penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan dilakukan pengecatan itu, bisa menekan angka penyeberan virus corona dan memberikan kesadaran bagi pengendara jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Tambahnya, penerapan physical distancing di jalan raya supaya jarak para pengendara aman saat berhenti di traffic light. “Ini sebagai upaya kita dalam mengurangi potensi terjadinya kerumunan masyarakat, sehingga di traffic light pun harus dilakukan,” paparnya

Uji Coba Marka Jalan

Ia mengakui, pembuatan tempat berhenti layaknya arena balapan MotoGP itu sebagai bentuk upaya mengurangi angka penyebaran virus corona dan kecelakaan.

Related Post